Senin(27/05), Dalam rangka melaksanakan program kerja perpustakaan tahun pelajaran 2018-2019, maka Thomas Aquino Library menyelenggarakan kegiatan Studi banding ke perpustakaan sekolah dan universitas di Jakarta. Kegiatan studi banding ini merupakan salah satu sarana untuk menambah wawasan seputar dunia literasi, pengembangan pola pikir, daya nalar dan kreatifitas, sehingga berdaya guna bagi perkembangan siswa-siswi, perpustakaan dan SMAK St. Louis 1 Surabaya.

Studi banding ke Perpustakaan di Jakarta diharapkan mampu sebagai wadah pengembangan wawasan dan inovasi bagi Thomas Aquino Library serta untuk menyegarkan dan menjalin hubungan baik dengan perpustakaan yang dituju. Yang tidak kalah penting kegiatan ini diharapkan dapat menambah informasi tentang dunia perpustakaan, dan memberi masukan kepada Thomas Aquino Library.

Tujuan dari kegiatan studi banding adalah :

  1. peserta studi banding mampu memahami keunggulan sistem perpustakaan yang dikunjungi.
  2. peserta studi banding mengetahui dan memahami berbagai kegiatan utama di perpustakaan yang dikunjungi.
  3. peserta studi banding memahami aplikasi sistem manajemen yang diterapkan di perpustakaan yang dikunjungi.
  4. peserta studi banding mengetahui perkembangan implementasi teknologi informasi dan komunikasi (hardware, software, dan lain-lain) di perpustakaan yang dikunjungi.
  5. peserta studi banding mengetahui kekhasan masing-masing perpustakaan serta mampu menerapkan hal-hal positif atau keunggulan dari perpustakaan yang dikunjungi.
  6. melaksanakan progam kerja tahun pelajaran 2018-2019 untuk mengadakan studi banding ke perpustakaan terbaik

Peserta studi banding 7 orang  yang terdiri dari 1 orang kepala perpustakaan, 4 orang petugas perpustakaan, 1 orang siswa Sahabat Perpustakaan dan 1 orang siswa Duta Literasi.

Waktu dan Tempat Kegiatan

  1. Hari Senin tanggal 27 Mei 2019 berkunjung ke Perpustakaan SMA Kolese Gonzaga Jakarta pada pukul 08.30 – 13.00 dengan peserta 7 orang.
  2. Hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 berkunjung ke Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jalan Medan Merdeka Selatan pada pukul 08.00 – 12.00 dengan peserta 7 orang.
  3. Hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 berkunjung ke Perpustakaan SMA Kristen 1 Penabur Jakarta pada pukul 12.00 – 14.00 dengan peserta 3 orang.
  4. Hari Selasa tanggal 28 Mei 2019 berkunjung ke Perpustakaan Universitas Indonesia pada pukul 14.00 – 16.30 dengan peserta 4 orang.

INFORMASI HASIL STUDI BANDING

Perpustakaan SMA Kolese Gonzaga Jakarta

  1. SMA Kolese Gonzaga memiliki program literasi dengan kunjungan wajib ke perpustakaan setiap bulan sekali tiap kelas. Pembagian waktu literasi terjadwal disesuaikan dengan jam BK, perwalian, dan refleksi.
  2. Perpustakaan SMA Kolese Gonzaga juga menghasilkan karya lokal oleh siswa dengan bimbingan alumni Gonzaga yang berprofesi sebagai penulis dan buku tersebut dijual untuk umum.
  3. Perpustakaan Gonzaga juga sering mengadakan kegiatan literasi seperti lomba resensi, lomba menulis karya ilmiah dan karya tulis, dan lain-lain.
  4. Pada jam literasi juga sering diadakan kegiatan nonton bareng “nobar” yang menayangkan biografi tokoh sejarahwan dan rohaniwan.
  5. Perpustakaan Gonzaga juga memiliki security gate yang berfungsi untuk mencatat kehadiran pengunjung perpustakaan.
  6. Dari segi penataan ruangan perpustakaan, terdapat tiga ruangan yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. Ruangan pertama adalah ruang baca yang dilengkapi dengan koneksi internet gratis melalui jaringan Wi-Fi, beberapa unit komputer, dan fasilitas membaca seperti sofa dan meja. Ruang kedua adalah ruang diskusi yang digunakan untuk memfasilitasi siswa yang membutuhkan diskusi dan tutorial. Ruang ketiga adalah ruang koleksi tertutup, ruang kerjapustakawan, guru dan staf, serta anggota pencinta perpustakaan Gonzaga
  7. Perpustakaan Gonzaga memiliki program pemeliharan perpustakaan dengan membersihkan koleksi dengan tisu basah. Selain itu kebersihan perpustakaan Gonzaga juga terpelihara dengan baik karena bukan hanya petugas kebersihan saja yang terlibat tapi petugas perpustakaan juga membersihkan koleksi dan sarana.
  8. Sumber daya manusia yang ada di perpustakaan Kolese Gonzaga juga cukup memadai karena semua pustakawan mengikuti diklat kepustakawanan dari PNRI.
  9. Untuk pelayanan maksimal maka petugas perpustakaan bekerja dengan sistem shift.
  10. Memiliki komputer 8 buah untuk pemustaka, komputer tersebut dipakai untuk OPAC (Online Public Access Catalog) dan sarana internet.
  11. Menjadi juara 1 perpustakaan sekolah tingkat DKI Jakarta 2018, karena memiliki koleksi poster sastrawan beserta biografi dan karyanya.
  12. Sekolah menerapkan sistem reward bagi siswa yang berprestasi dengan memberi kesempatan bagi siswa putra dengan nilai rata-rata diatas 8.5 untuk memanjangkan rambut.
  13. Setiap hari Sabtu perpustakaan membuka pelayanan bagi masyarakat umum pukul 08.00-12.00.

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

  1. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) di Medan Merdeka Selatan adalah pusat fasilitator kepustakaan di Indonesia. PNRI terdiri dari 24 lantai dengan fasilitas yang sangat beragam dengan tiap lantai memiliki sarana dan koleksi yang khusus.
  2. Dari segi koleksi, PNRI memiliki koleksi khusus antara lain koleksi audio visual seperti microfiche, microfilm, CD, Kaset, piringan hitam, dsb. Selain itu memiliki fasilitas untuk penyandang difabel antara lain berupa buku braile, Audio book serta perangkat komputer khusus yang dapat mengakomodir penyandang disabilitas untuk membaca/menikmati buku.
  3. PNRI juga memiliki koleksi-koleksi catatan sejarah misalnya koran kuno yang didokumentasikan ke dalam mikrofis dan mikrofilm.
  4. PNRI juga memiliki fasilitas e-resourches dan ipusnas yaitu perpustakaan digital yang bisa diakses oleh pengguna Bagi pengguna yang ingin mengakses e-resourches, harus menjadi anggota PNRI terlebih dahulu. Di dalam e-resourches, terdapat kumpulan jurnal yang dilanggan oleh PNRI yang berasal dari dalam maupun luar negeri dan dapat diakses secara online.
  5. Selain dari segi fasilitas yang lengkap, PNRI juga aktif dalam mengadakan gerakan literasi khususnya di Indonesia melalui perpustakaan daerah di setiap wilayah Indonesia. Bentuk dari gerakan literasi anatara lain dengan seminar, event, pameran misalnya pagelaran musik dengan menggunakan alat musik gamelan dengan lagu yang kekinian.
  6. Dari segi sumber daya manusia, PNRI memiliki pustakawan dengan kualitas terbaik yang secara resmi telah mendapatkan pelatihan diklat. Selain itu ditetapkan pula sistem reward and punishment bagi pustakawan PNRI.
  7. PNRI memiliki IOS, yaitu kumpulan katalog dari semua perpustakaan di Indonesia yang mendaftar.
  8. Desain interior di PNRI mengandung unsur cerita/isi buku, contoh nya di pilar dan lift berisi cerita rakyat/pewayangan dengan desain dan warna menarik.
  9. PNRI memberikan fasilitas daftar anggota secara online.

 Perpustakaan SMAK 1 Penabur

  1. Perpustakaan SMAK 1 Penabur memiliki perpustakaan digital dengan sebutan e-library.
  2. Dari segi fasilitas, perpustakaan SMAK 1 Penabur memiliki koleksi buku yang cukup lengkap terutama koleksi buku digital (e-books) yang dibeli dari Perpustakaan Digital milik Kompas Gramedia.
  3. E-books yang dimiliki bisa dinikmati seluruh anggota Yayasan Penabur.
  4. Perpustakaan SMAK 1 Penabur ini juga memiliki katalog digital yang dapat diakses oleh para siswa untuk memudahkan pencarian buku yang dituju.
  5. Peminjaman buku di perpustakaan tersebut maksimal 3 buku dengan perbandingan dua buku non-fiksi dan satu buku fiksi. Hal ini dimaksudkan meningkatkan minat baca buku non fiksi.
  6. SDM perpustakaan SMAK 1 Penabur berlatar belakang guru sosial dan sudah mengikuti diklat kepustakawanan yang diselenggarakan oleh PNRI. Hal ini dikarenakan kesulitan mendapatkan SDM sarjana perpustakaan.
  7. Keterlibatan para siswa untuk memajukan perpustakaan juga sangat ditonjolkan. Hal ini dibuktikan dengan dipajangnya karya-karya siswa di bagian depan perpustakaan.

Perpustakaan Universitas Indonesia

  1. Program literasi yang ditawarkan oleh perpustakaan UI meliputi kegiatan festival, bedah buku, dan seminar untuk masyarakat umum
  2. Perpustakaan UI juga memiliki fasilitas yang mendukung kebutuhan mahasiswa dan pengunjung perpustakaan UI. Fasilitas tersebut diantaranya adalah security gate, self loan berbasis sistem RFID, ruang diskusi, ruang baca tenang, ruang khusus untuk mengerjakan disertasi dengan bentuk kubikus, K-ATM (Knowledge ATM, mesin untuk mendownload buku/jurnal), ruang internet (Kebun Apple), ruang koleksi khusus, mini ampiteater, serta galeri karya berisi buku karya sivitas UI.
  3. Memiliki fasilitas aula terapung disebelah danau yang biasanya digunakan untuk kegiatan bedah buku, seminar, rapat dsb.
  4. Untuk menghemat tempat, koleksi buku di rak disusun dua lantai.
  5. Perpustakaan UI memiliki koleksi kuno antara lain daun lontar. Koleksi tersebut dirawat dengan rempah-rempah sebagai pengawetnya.
  6. Perpustakaan UI memberikan perhatian terhadap kesehatan pustakawannya dengan memberikan susu dan kacang ijo seminggu sekali. Selain itu dalam meningkatkan kualitas SDM, pustakawan wajib mengikuti pelatihan/diklat/seminar 6 kali dalam setahun.
  7. Perpustakaan UI melakukan pengurangan koleksi tercetak dengan beralih bentuk ke digital, terutama pada koleksi yang sudah usang dan rusak serta out off date.
  8. Perpustakaan UI memberikan fasilitas bagi sivitas akademika UI untuk bimbingan penulisan tugas akhir, skripsi, tesis dan disertasi agar terhindar dari plagiarisme, dengan menyediakan SDM dan progam yang khusus.
  9. Dalam berbagai kegiatan, perpustakaan UI hanya sebagai fasilitator dan bekerjasama dengan pihak lain, biasanya memanfaatkan progam CSR (Corporate Social Responsibility)
  10. Kepala Perpustakaan UI dikirim ke luar negeri unutk belajar tentang perpustakaan dan kepustakawanan tiap tahun, antara lain Amerika, Jepang, dan Korea.